Bahasa Assembler

Bahasa Assembler adalah bahasa komputer yang kedudukannya berada di antara bahasa mesin dan bahasa level tinggi misalnya bahasa Delphi. Bahasa Delphi dikatakan sebagai bahasa level tinggi karena memakai kata-kata dan pernyataan yang mudah dimengerti manusia. Bahasa mesin adalah kumpulan kode biner yang merupakan instruksi yang bisa dijalankan oleh komputer. Sedangkan bahasa Assembler memakai kode Mnemonic untuk menggantikan kode biner, agar lebih mudah diingat sehingga lebih memudahkan penulisan program.

Bentuk umum dari suatu pernyataan dalam bahasa Assembler adalah kode operasi diikuti dengan operand-nya. Kode operasi adalah perintah yang akan dilaksanakan dan ditulis dalam mnemonic, sedangkan operand dapat berupa sumber (source) dan tujuan (destination) alamat atau data.

1. Definisi Stack
Secara harfiah stack berarti tumpukan, yaitu bagian memori yang digunakan untuk menyimpan nilai suatu register untuk sementara, membentuk tumpukan nilai. Stack dapat dibayangkan sebagai tabung memanjang (seperti tabung penyimpan koin). Sedangkan nilai suatu register dapat dibayangkan sebagai koin yang dapat dimasukkan dalam tabung tersebut. Jika ada data yang disimpan maka data-data tersebut akan bergeser ke arah memori rendah, dan akan bergeser kembali ke arah memori tinggi bila data yang disimpan telah diambil.

2. Perintah Perpindahan Data
Terkait perpindahan data, bahasa assembler mempunyai beberapa perintah yang dapat dibedakan yaitu untuk memindahkan data tunggal seperti huruf atau angka dan untuk memindahkan data string yang berupa deretan huruf. Tetapi di sini hanya akan menjelaskan beberapa perintah yang dipakai dalam aplikasi.

2.1. PUSH/POP
Syntax :

PUSH Reg16Bit
POP Reg16Bit

PUSH adalah perintah penyimpanan data ke memori stack secara langsung, dan untuk mengambil keluar nilai yang disimpan tersebut gunakan perintah POP. Nilai terakhir yang dimasukkan dalam stack, dengan perintah PUSH, akan terletak pada puncak tabung stack. Dan perintah POP pertama kali akan mengambil nilai pada stack yang paling atas kemudian nilai berikutnya, demikian seterusnya. Jadi nilai yang terakhir dimasukkan akan merupakan yang pertama dikeluarkan. Operasi ini dinamakan LIFO (Last In First Out). Perhatikan contoh berikut ini:

push ax;
push bx;
push cx;
mov ax, $31C;
mov bx; $31D;
mov cx, $31E;
pop cx;
pop bx;
pop ax;

2.2. MOV
Syntax :

MOV destination, source

Digunakan untuk menyalin data dari memori/register ke memori/register atau dari data langsung ke register. Nilai pada source yang dipindahkan tidaklah berubah. Pada contoh di bawah, register al diberi nilai $31C kemudian nilai register al disalin ke register ax. Jadi sekarang nilai register al dan register ax adalah $31C.

mov al, $31C;
mov ax, al;

Hal-hal yang tidak boleh dilakukan dalam penyalinan data:

a. Penyalinan data antarregister segmen (ds, es, cs, ss)

mov ds, es ? tidak dibenarkan

Gunakan register general, misalnya register ax, sebagai perantara

mov ax, es
mov ds, ax

atau gunakan stack sebagai perantara

push es
pop ds

b. Penyalinan data secara langsung untuk register segmen (ds, es, cs, ss)

mov ds, $31C ? tidak dibenarkan

Gunakan register general, misalnya register ax, sebagai perantara

mov ax, $31C
mov ds, ax

c. Penyalinan data langsung antarmemori

mov memB, memA ? tidak dibenarkan

Gunakan register general, misalnya register ax, sebagai perantara

mov ax, memA
mov memB, ax

d. Penyalinan data antarregister general yang berbeda daya tampungnya (8 bit dengan 16 bit) tanpa pointer

mov al, bx ? tidak dibenarkan

2.3. IN/OUT
Syntax :

IN Reg16Bit, port
OUT port, Reg16Bit

Untuk membaca data dari suatu port dan memasukkan nilainya ke dalam suatu register gunakan perintah IN. Dan perintah OUT digunakan untuk memasukkan suatu nilai ke dalam suatu port. Nilai yang akan dimasukkan diberikan pada register al/ax dan alamat port diberikan pada register dx. Pada contoh berikut ini, pertama kali register dx disimpan pada stack, menyalin nilai $31E pada register dx kemudian perintah IN akan membaca nilai pada register dx (port bernilai $31E) dan memasukkannya ke dalam register al. Dan terakhir nilai tersebut disalin ke variabel Data.

push dx
mov dx, $31E
in al, dx
mov Data, al
pop dx

Dan contoh berikut untuk memberi nilai ($8A) pada suatu port.

push dx
mov dx, $31E
mov al, $8A
out dx, al
pop dx

3. Operasi Aritmatika
3.1. Penjumlahan
Syntax :

ADD destination, source
ADC destination, source
INC destination

Perintah ADD akan menjumlahkan nilai pada destination dan source tanpa menggunakan carry (ADD), dimana hasil yang didapat akan ditaruh pada destination. Dalam bahasa pascal pernyataan ini sama dengan pernyataan destination := destination + source. Daya tampung destination dan source harus sama misalnya register al (8 bit) dan ah (8 bit), ax (16 bit) dan bx (16 bit). Perhatikan contoh berikut, nilai register ah sekarang menjadi $10 :

mov ah, $5;
mov al, $8;
add ah, al

Perintah ADC digunakan untuk menangani penjumlahan dengan hasil yang melebihi daya tampung destination yaitu dengan menggunakan carry (ADD), dalam bahasa pascal sama dengan pernyataan destination := destination + source + carry. Misalnya register ax (daya tampung 16 bit) diberi nilai $1234 dan bx (16 bit) diberi nilai $F221, penjumlahan kedua register ini adalah $10455. Jadi ada bit ke 17 padahal daya tampung register bx hanya 16 bit, penyelesaiannya adalah nilai bx = $0455 dengan carry flag = 1.

Perintah INC digunakan untuk operasi penjumlahan dengan nilai 1. Jadi nilai pada destination akan ditambah 1, seperti perintah destination := destination + 1 dalam bahasa Pascal.

3.2. Pengurangan
Syntax :

SUB destination, source
SBB destination, source
DEC destination

Perintah SUB untuk mengurangkan 2 operand tanpa carry flag. Hasilnya diletakkan pada destination dalam bahasa pasca sama dengan pernyataan destination := destination – source. Untuk mengenolkan suatu register, kurangkan dengan dirinya sendiri seperti contoh berikut ini. Pertama kali register ax bernilai $5, kemudian nilai register tersebut dikurangi dengan dirinya sendiri sehingga terakhir nilai register ax adalah 0.

mov ax, $15;
mov bx, $10;
sub ax, bx;
sub ax, ax;

Perintah SBB mengurangkan nilai destination dengan nilai source kemudian dikurangi lagi dengan carry flag (destination := destination – source – carry flag).

Dan perintah DEC untuk mengurangi nilai destination dengan 1.

3.3. Perkalian
Syntax :

MUL source

Digunakan untuk mengalikan data pada accumulator dengan suatu operand dan hasilnya diletak pada register source. Register source dapat berupa suatu register 8 bit (misal bl, bh, dan sebagainya), register 16 bit (bx, dx, dan sebagainya) atau suatu variabel.

3.4. Pembagian
Syntax :

DIV source

Operasi aritmatika ini pada dasarnya sama dengan operasi perkalian.

Nuwun..

Related Posts

  1. TALProgressBar Component
  2. TPDJButton Component
  3. TCheckDBGrid Component
  4. TDsCheck, TDsGroup, TDsLabel, TDsPanel, TDsRadio
  5. Cara Menginstall Komponen Delphi
avatar

About rumono

Bukan siapa-siapa, hanya seorang ‘manusia’ yang pernah lahir di suatu tempat di Brebes, Jawa Tengah. Sangat gemar bacaan sejarah dunia masa lalu, sejarah perang dan pribadi-pribadi yang memberi warna sejarah dunia. Nge-game pun bisa dilakoni sampai berhari-hari asal ada hubungannya dengan sejarah dunia dan perang...