<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Together.. &#187; Oret-oretan</title>
	<atom:link href="http://www.havetogether.com/category/oret-oretan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.havetogether.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Oct 2011 08:13:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Bayi Mati Terendam di Bak Cucian</title>
		<link>http://www.havetogether.com/bayi-mati-terendam-di-bak-cucian.html</link>
		<comments>http://www.havetogether.com/bayi-mati-terendam-di-bak-cucian.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 21:21:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[Nyata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.havetogether.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Ada bayi di sana! dia terlentang dengan kepalanya miring ke kiri, sebagian wajahnya terendam air kotor di bak cucian. Air itu terlihat beriak dan bak rendaman telah bergeser beberapa centimeter dari kondisi semula..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tumben banget.. hari minggu 18 Oktober 2009 jam 8 pagi ini saya terjaga dan bisa beraktivitas, biasanya kalau hari libur saya biasa bangun jam 11 siang. Saat itu saya sedang merendam pakaian kotor untuk dicuci akibat aktivitas sepekan yang lalu. Seperti umumnya hari minggu yang lain, setelah merendam cucian selanjutnya saya nyapu lantai mulai dari teras, ruang depan, tengah, belakang dan akhirnya kembali lagi ke kamar mandi di mana barusan saya merendam pakaian. Kamar mandi tempat saya ngontrak ini ukurannya kira-kira 2,75 x 1,25 m, saya biasa meletakkan bak rendaman pakaian 80 cm tepat di depan pintu kamar mandi, dari luar kamar mandi tampak jelas. Beberapa centimeter ke kiri terdapat ember penampung air yang mengalir langsung dari kran, air kran diambil dari sumur yang dipakai beramai-ramai dengan 20 rumah di blok kontrakan itu. Ke kiri sedikit dari ember ada WC sekaligus tempat pembuangan air. Saya sering membatin kalau lubang WC ini mampet, semua ruangan pasti terendam air.. jijik sekali membayangkannya! untungnya tidak pernah terjadi. .</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat &#8216;sapuan&#8217; saya sampai di depan pintu kamar mandi, sepintas saya melihat sesuatu di atas rendaman. Waktu itu saya tidak terlalu memperhatikan bak rendaman pakaian, karena pikiran saya ingin segera ngepel lantai yang sudah saya sapu tadi. Rasa-rasanya seperti boneka mungil yang biasa dijual di toko mainan, sama sekali tidak terpikirkan boneka siapa itu dan kenapa bisa ada di sana, padahal saya hidup sendiri saja..</p>
<p style="text-align: justify;">Saya bergegas mengambil alat pel bergagang yang tergantung di dinding, membasahinya dengan air dan menyusuri blok demi blok lantai keramik.. Alangkah terkejutnya saya ketika secara tidak sengaja saya melihat sosok di atas rendaman pakaian itu sekarang jauh lebih besar dan terasa memenuhi bak rendaman.. segera saya melempar pel dan menghampiri bak rendaman.. Ada bayi di sana! dia terlentang dengan kepalanya miring ke kiri, sebagian wajahnya terendam air kotor di bak rendaman. Air itu terlihat beriak dan bak rendaman telah bergeser beberapa centimeter dari kondisi semula &#8211; saya biasa meletakkan bak rendaman persis menempel di dinding. Saya merasa merinding, bayi itu jelas telah mati, dadanya tidak terlihat adanya gerakan, begitu juga dengan kakinya, terlihat lemas. Saya tidak berani melakukan apa-apa, saya biarkan bayi itu di sana dan segera menelpon paman saya yang ada di Kebayoran untuk datang ke kontrakan saya di Tangerang..</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa jam kemudian paman saya ini datang, dan bergegas memeriksa bayi itu,</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">&#8220;Wis mati, No!, ceritane piben sih? bisane ana bayi mati ning kene? toli bayine sapa kiye?&#8221;, kalau diterjemahkan kira-kira begini: <em>Sudah mati No </em>(-panggilan yang biasa paman lakukan untuk saya-)<em>!, kejadiannya gimana, sih? kenapa ada bayi mati di sini? terus ini bayi siapa?</em>,<br />
&#8220;Embuh..&#8221;, (<em>nggak tahu..</em>) hanya kata itu yang bisa keluar dari mulut saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami diam beberapa saat setelah paman saya membaringkan bayi itu di atas tumpukan kain kering di ruang belakang. Sepertinya paman juga tidak bisa mencerna apa yang sebenarnya terjadi..</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">&#8220;Angger konangan wong bahaya kie, saiki kaya kie bae, ubine dibongkar toli bayine dikubur ning kene, toli koen pindah kontrakan&#8221; (<em>Kalau ketahuan orang bahaya, sekarang begini aja, lantainya kita bongkar terus bayinya dikubur di sini, terus kamu pindah kontrakan</em>), begitu paman saya memberi solusi.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya hanya diam saja, gemetar, saya tidak bisa berfikir.. bahkan ketika paman membongkar lantai pojok kiri kamar mandi, saya masih diam dan gemetar.. perlahan paman mengubur bayi itu dan kembali menutup rapi lantainya..</p>
<p style="text-align: justify;">Belum selesai paman membersihkan tanah bekas kuburan bayi itu, pintu depan diketuk dari luar. Jantung saya terasa mau copot, saya menatap paman meminta pendapat.. dia hanya mendongak dan mengoyangkan kepala sebagai isyarat agar saya ke depan untuk melihat siapa yang datang.. Sayapun membukakan pintu, di luar keadaannya gelap, rupanya sudah malam dan.. di teras ada seorang wanita yang wajahnya terasa familier bagi saya tetapi saya lupa-lupa ingat</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">&#8220;Ada apa?&#8221; saya bertanya, dengan tersenyum dia menjawab<br />
&#8220;Terima kasih <em>mas</em> mau menjaga bayi saya, sekarang saya mau pulang, anak saya mana?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Bayi? anak? saya gugup sekali.. jadi ini ibunya? kapan dia menitipkannya?. Badan saya tiba-tiba panas dan keringat saya membanjir keluar.. pandangan saya terasa gelap, pening serasa mau pingsan. Saya memejamkan mata menenangkan diri dan mencari kata-kata yang pas agar wanita ini mau menerima kejadian yang menimpa anaknya..</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian saya membuka mata.. pemandangan di depan saya tiba-tiba berubah.. tidak ada lagi sosok wanita itu, hanya ada kipas angin kecil berwarna biru dan lampu yang menempel di langit-langit kamar.. dan saya sedang terbaring.. Ah, rupanya saya bermimpi.. syukurlah..</p>
<p style="text-align: justify;">Saya segera ke kamar mandi untuk membasuh muka dan mandi karena walaupun cuma mimpi, wajah dan badan saya  tetap berkeringat. Dan di pojok kamar mandi terlihat ada ceceran tanah di atas lantai persis di mana bayi itu dikuburkan, walapun tidak sebanyak ketika terakhir saya lihat sebelum membukakan pintu bagi wanita itu.. mungkin karena saya keburu terjaga dari mimpi sebelum paman saya selesai membereskannya.. tapi itukan cuma mimpi..</p>
<p style="text-align: justify;">Jarum jam di dinding kamar mandi menunjukkan pukul 13:30 siang, dan masih di hari minggu 18 Oktober 2009.. kali ini apakah saya benar-benar terjaga, atau sekarang sebenarnya saya sedang bermimpi karena pingsan akibat kejadian itu dan tekanan dari wanita di teras tadi.. bahkan mungkin saat ini saya sedang di kelilingi oleh banyak orang termasuk wanita itu..</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang mimpi atau nyata? saya tidak lagi bisa membedakan keduanya, kadang keduanya berdiri sendiri tetapi kadang terjalin menjadi cerita. Sering saya bermimpi berada di suatu tempat dan beberapa tahun berikutnya tempat itu saya kunjungi beserta kejadiannya, persis dengan mimpi itu. Contohnya ketika saya mendaki gunung Merapi tahun 1998 dan saya bermimpi tentang pendakian itu dua tahun sebelumnya. Saya juga sering melakukan sesuatu di &#8216;alam yang saya sangka nyata&#8217;, kemudian terulang lagi di waktu yang berbeda ketika saya tidur dan saya berada di &#8216;alam yang saya sangka mimpi&#8217;.. Lalu bagaimana saya menandai kehidupan di &#8216;alam nyata&#8217; dan kehidupan di &#8216;alam mimpi&#8217;?.. mungkin &#8216;alam&#8217;  yang sering saya jumpai itulah &#8216;alam nyata&#8217;. Tetapi &#8216;alam yang saya sangka mimpi&#8217; juga bisa melintasi banyak waktu walaupun hanya sebagian yang bisa tergambar dan terekam dalam memori, seperti kejadian di &#8216;alam nyata&#8217; yang juga hanya sebagian saja yang terekam di memori.. Aduh..</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba saja pandangan saya gelap.. dan ketika saya membuka mata, saya terbaring di ruangan serba putih kemudian.. saya melihat ibu dari bayi tadi sedang menatap saya dan berkata</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">&#8220;Gimana kepalanya, mas!, masih sakit?&#8221; sambil tersenyum manis, dia meneteskan air mata haru,<br />
&#8220;Kamu beruntung! nggak ada wanita seperti istrimu ini. Sudah seminggu ini dia nungguin kamu&#8221;, seorang laki-laki gemuk menyembulkan kepalanya di belakang pundak kanan wanita itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Lah.. sekarang dia istri saya?.. seseorang tolong bangunkan saya..</p>
<p style="text-align: justify;">Nuwun..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.havetogether.com/bayi-mati-terendam-di-bak-cucian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kejadian Bumi Kita</title>
		<link>http://www.havetogether.com/kejadian-bumi-kita.html</link>
		<comments>http://www.havetogether.com/kejadian-bumi-kita.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 21:09:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca]]></category>
		<category><![CDATA[alam semesta]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban al-quran]]></category>
		<category><![CDATA[lempengan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.havetogether.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Allah SWT telah menyiapkan segala sesuatunya demi kehidupan manusia yang memerlukan tanah pijakan yang padat..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bumi, planet yang umat manusia tinggali, sekitar 4,5 milyar tahun lalu hanya berupa bola pijar yang terbentuk  dari elemen-elemen yang tidak sama dan tidak bisa diproduksi oleh reaksi fusi nuklir matahari, termasuk planet-planet lainnya. Keberadaan mereka ini menguatkan indikasi bahwa mereka berasal dari hasil ledakan supernova yang dekat dengan matahari, sehingga benda-benda langit ini kemudian terpengaruh oleh gaya gravitasi matahari, ikut terbawa bersamanya dan memadat karena gravitasinya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Kerak bumi terbentuk sekitar 4 milyar tahun yang lalu, dari cairan mantel silikon yang membatu dengan ketebalan 60 sampai 80 km. Inti bumi yang terdiri dari elemen-elemen berat terutama besi terbentuk pertama kali ketika suhu bumi 6.000 <sup>0</sup>C. Batuan basalistik berada di atas mantel  silikon, sedang batuan granit yang lebih ringan ditempatkan paling atas. Perhatikan surat Al-Ghaasyiyah : 20, yang artinya adalah seperti berikut ini:</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>&#8220;(Apakah mereka tidak memeriksa) bagaimana bumi dibentangkan?&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Bayangkan lelehan lahar yang menyembur keluar saat terjadi letusan gunung berapi di dasar samudera, seperti layaknya cairan yang amat panas  dalam lapisan mantel bagian luar (astenosfer) terdapat gerakan konveksi kontinyu yang pada bagian tertentu membuat kerak bumi merekah sehingga batuan cair itu keluar ke permukaan. Ujung lidah cairan ini membelah ke kiri dan kanan, bagian yang mendesak batuan  sekelilingnya pada akhirnya membeku. Lempengan di kiri dan kanan rekahan tersebut mendapatkan tambahan material dan bertambah luas sambil menjauhi rekahan tersebut.  Beginilah bumi ini dibentangkan. Karena lempengan-lempengan ini bergerak saling menjauhi maka tidak ada tekanan antar lempeng seperti yang terjadi di tengah Samudera Atlantik. Surat Ar-Ra&#8217;d: 3</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>&#8220;Dan Dialah yang membentangkan bumi dan menjadikan di atasnya gunung-gunung dan sungai-sungai&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Jika lidah cairan panas yang menyusup di kerak bumi ini tidak bertemu samudera tetapi menemukan kontinen maka ia akan membentuk dapur magma yang menekan ke atas dan menyembulkan kontinen tersebut sehingga batuannya retak-retak dan aktivitas vulkanis muncul secara luas dan pada akhirnya bagian itu rontok. Lambat laun kontinen tersebut mengalami proses pemisahan dengan kontinen lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar 300 juta tahun yang lalu muncul di permukaan air bentangan daratan yang sangat luas, sebuah super kontinen yang oleh para ilmuan dikenal sebagai Pangea. Daratan luas ini berada di tengah samudera yang teramat luas dan disebut Panthalasea.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar 150 juta tahun lalu super kontinen ini terpecah menjadi Gondwana yang meliputi Afrika, Antartika, Australia, Amerika Selatan, dan Laurasia yang meliputi Asia, Eropa serta Amerika Utara. Kemudian kira-kira 55 juta tahun lalu kontinen-kontinen itu terpecah lagi menjadi kontinen yang terpisah seperti tersebut di atas. Dalam proses pemisahan tersebut, kontinen-kontinen itu terus bergerak, menggeser dan saling bertabrakan sampai sekarang. Amerika Selatan menggeser ke barat dan bergabung dengan Amerika Utara yang juga telah bergeser ke barat memisahkan diri dari Eropa. India bergeser ke utara dan bertabrakan dengan Asia sehingga mengangkat pegunungan Himalaya, serta menekan China sehingga kontinen ini menjorok ke arah timur. Australia memisahkan diri dari Antartika bergerak ke utara dan menabrak Asia sehingga memunculkan kepulauan di Indonesia dari dasar lautan. Lempeng dasar samudera Hindia dan lempeng kontinen Australia ini membentuk busur gunung berapi sepanjang 3.800 km.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar 5 juta tahun yang lalu Jazirah Arab memisahkan diri dari kontinen Afrika, menabrak Iran sehingga memunculkan gunung-gunung lipatan di sepanjang pantainya dan membentuk lembah-belah di Afrika Timur.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Lempeng Pasifik dari samudera pasifik bergeser ke barat dan menabrak Indonesia bagian timur sehingga membentuk pegunungan Irian Jaya, maka Lempeng Indo-Australia menabrak Indonesia bagian selatan sehingga menyusup di bawahnya dan membentuk palung laut dalam di sebelah barat Sumatera. Pulau Sumatera dan palung di sebelah selatan Pulau Jawa terus tergeser dan karena gesekan dengan lempeng lain, sering menimbulkan gempa tektonik yang perpusat pada kedalaman 50 sampai 125 km. Lebih jauh lagi, ia masuk ke dalam cairan batuan yang ada sampai 700 km di dalam astenosfer ujung lempeng itu akan termakan lingkungannya, surat Ar-Ra&#8217;d : 41</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>&#8220;Apakah mereka tidak melihat bahwa secara berangsur-angsur Kami kurangi bumi itu dari ujung-ujungnya&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dari sejarah terbentuk dan bergesernya kontinen-kontinen itu, terlihat bahwa gunung-gunung yang berada di kontinen tersebut tidak diam saja, tetapi ikut bergerak dan berpindah-pindah, seperti tersirat dalam surat An-Naml : 88</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>&#8220;Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka mereka tetap di tempatnya, padahal mereka berjalan seperti jalannya awan&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Pergeseran kontinen ini dalam waktu sejuta tahun akan memindahkan sebuah benua sejauh 50 sampai 120 km.  Gunung-gunung yang terdapat dalam suatu kontinen memiliki kaki sebagai pasak bagi kontinen tersebut sehingga kedudukannya mantap dan tidak berkeliaran semaunya. Perhatikan surat An-Naba&#8217; : 6 -7 berikut ini</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>&#8220;Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak?&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya cekungan-cekungan di permukaan bumi mulai terisi air menjadi danau, sungai, laut dan samudera karena hujan yang terus-menerus akibat uap air yang berada di atmosfer mulai mengembun setelah suhu bumi lebih dingin lagi. Seandainya massa bumi hanya separohnya dari keadaan sekarang, maka bumi tidak akan mampu menahan uap air, terlepas seperti bulan yang tidak punya atmosfer dan uap air. Allah SWT telah menyiapkan segala sesuatunya demi kehidupan manusia yang memerlukan tanah pijakan yang padat. Renungkan surat An-Nahl : 12 berikut ini</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>&#8220;Dan Dia menundukkan bagimu malam dan siang, dan matahari serta bulan; dan bintang-bintang ditundukkannya dengan perintah-Nya; sesungguhnya dalam gejala alam tersebut terdapat ayat-ayat Allah bagi mereka yang mau berpikir &#8220;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><sup><em>Dikutip dari berbagai sumber</em></sup></span></p>
<p style="text-align: justify;">Nuwun..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.havetogether.com/kejadian-bumi-kita.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Skenario Kehancuran Jagat Raya</title>
		<link>http://www.havetogether.com/skenario-kehancuran-jagat-raya.html</link>
		<comments>http://www.havetogether.com/skenario-kehancuran-jagat-raya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 21:06:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca]]></category>
		<category><![CDATA[alam semesta]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban al-quran]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.havetogether.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Manusia tidak akan mampu meramalkan kapan kiamat terjadi, bahkan bagi seorang nabi sekalipun. Tetapi Allah SWT melalui Al-Quran telah mengabarkan kepada manusia tentang tanda-tandanya..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kehancuran bumi dan kemusnahan segala kehidupan di atasnya dalam ilmu sain dikenal sebagai Kiamat Global karena tidak menghancurkan seluruh alam semesta, ia hanya merusak bumi dan menyobek langit, sedang isi alam semesta, ruang beserta materinya masih ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Manusia tidak akan mampu meramalkan kapan kiamat terjadi, bahkan bagi seorang nabi sekalipun. Tetapi Allah SWT melalui Al-Quran telah mengabarkan kepada manusia tentang tanda-tandanya..</p>
<p style="text-align: justify;">1. Surat Al-Infithar : 3, terjemahannya adalah:</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>&#8220;Dan apabila samudera menjadi meluap&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Seandainya bumi kita ditabrak oleh benda langit yang setidaknya berukuran 10 km dengan kelajuan 30 km/s, maka bola api yang timbul karena gesekan dan turbulensi atmosfer merusak lapisan ozon serta menimbulkan suhu 500<sup>o</sup> C pada belahan bumi yang tertimpa. Jika benda itu jatuh di samudera, maka gelombang air pada jarak 1.000 km dari titik-ceburnya masih memiliki tinggi sekitar 500 m sehingga lautan raksasa itu akan meluap dan membanjiri daratan.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Surat Al-Qiyaamah : 8, artinya:</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>&#8220;Dan apabila bulan telah hilang cahayanya&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Jika benda langit tersebut membentur benua, maka kelajuan tiupan angin pada jarak 2.000 km dari titik-benturnya adalah 2.500 km/jam dan ledakan dahsyat yang terjadi menghamburkan debu teramat tebal di udara. Ia akan menggelapkan langit, sehingga menghalangi cahaya bulan bahkan matahari akan tampak pudar. Gelombang tanah setinggi 10 m merajalela di kerak bumi.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Surat Az-Zalzalah : 1, artinya:</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>&#8220;Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Gelombang tanah yang ditimbulkannya pada kerak bumi akan terasa getarannya sebagai gempa yang dahsyat.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Surat Al-Haaqah : 16, artinya:</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>&#8220;Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan bumi serta gunung-gunung diangkat dan dibenturkan sekali bentur, maka datanglah keadaan yang dahsyat, dan terbelahlah langit karena ketika itu ia lemah&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai gambaran, kejadian tahun 1908 di Siberia ketika pecahan komet Encke jatuh menimpa Tunguska. Pecahan komet yang ukurannya hanya 1 km dan beratnya 3,5 juta ton dengan kelajuan 40 km/s dan sudut hunjaman 30 <sup>o</sup>. Ia meledak dengan kekuatan setara dengan 50 juta ton dinamit dan menghancurkan daerah hutan yang jari-jarinya 100 km. Ketika ia masuk dalam atmosfer, turbulensi yang ditimbulkannya menyebabkan terdengarnya bunyi alat tiup, sedang panas yang ditimbulkan oleh gesekan dengan udara telah menyebabkan terbentuknya senyawa oksida nitrogen sebanyak 30 juta ton di atas lapisan udara setinggi 10 km yang kemudian bereaksi dengan ozon, sehingga lapisan ozon hilang sebanyak 30 %, seakan-akan langit sobek dan terbuka.</p>
<p style="text-align: justify;">Bayangkan seandainya tidak satu tetapi beberapa komet atau benda langit lain yang menimpa bumi. Pada saat itu bumi ini rusak berat dan manusia punah secara fisik, sedang jiwa manusia akan tetap hidup dan masuk di alam lain untuk proses perhitungan amal dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kemudian manusia memasuki alam surga dan nerakanya masing-masing untuk jangka waktu yang sangat lama sekali, sampai datangnya Kiamat Universal, ketika seluruh jagat raya termasuk alam manusia dan alam gaib yang lain musnah. Jagat raya dikembalikan pada asalnya dalam suatu proses yang kemudian diberi nama Big Crunch, kebalikan dari Big Bang. Simak kembali surat Al-Anbiyaa’ : 104 berikut ini</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>&#8220;Pada hari Kami gulung &#8216;sama&#8217; laksana menggulung lembaran tulis; sebagaimana Kami telah memulai awal penciptaan, begitulah Kami akan mengembalikannya; itulah janji yang akan Kami tepati; sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Allah SWT menjadikan jagat raya berkembang sampai ukuran maksimumnya kemudian kembali menyusut dan mengecil, sehingga benda-benda langit saling bertumbukan dan diremas oleh gaya gravitasi yang maha kuat dan akhirnya masuk kembali dalam singularitas menuju ketiadaan, terjadilah Kiamat Universal. <em>Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un</em>, semua ciptaannya kembali kepada-Nya. Lalu?..</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><sup><em>Dikutip dari berbagai sumber</em></sup></span></p>
<p style="text-align: justify;">Nuwun..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.havetogether.com/skenario-kehancuran-jagat-raya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Takdir Hidup Benda-benda Langit</title>
		<link>http://www.havetogether.com/takdir-hidup-benda-benda-langit.html</link>
		<comments>http://www.havetogether.com/takdir-hidup-benda-benda-langit.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 21:04:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca]]></category>
		<category><![CDATA[alam semesta]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban al-quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.havetogether.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Se-ngeyel apapun makhluk itu pada akhirnya dia tidak akan punya kuasa untuk menolak garis takdir yang sudah ditetapkan oleh Sang Penguasa Takdir, Allah SWT, Tuhan semesta alam. Bagaimana takdir hidup benda-benda langit?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setiap makhluk hakekatnya mempunyai skenario hidup, yang kemudian lebih dikenal sebagai &#8216;takdir hidup&#8217;. Se-ngeyel apapun makhluk itu pada akhirnya dia tidak akan punya kuasa untuk menolak garis takdir yang sudah ditetapkan oleh Sang Penguasa Takdir, Allah SWT, Tuhan semesta alam. Tidak terkecuali benda-benda langit, seperti galaksi, planet dan sebagainya.. bagaimana takdir hidup benda-benda langit?</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mempermudah bayangan benda langitnya sebesar apa, saya menjadikan matahari sebagai acuan.</p>
<p style="text-align: justify;">1. Jika massa yang membentuk benda langit tersebut <strong>kurang dari seperseribu massa matahari</strong>, hanya reaksi kimiawi yang dapat terjadi dan benda itu hanya berupa pijar saja, sekalipun dalam proses pemadatan benda langit tersebut suhunya naik tinggi sebagai akibat terkumpulnya energi debu dan gas. Dan lama kelamaan ia merupakan benda langit yang dingin dan tidak bercahaya karena kehilangan panas yang dilepaskannya ke ruang jagat raya di sekitarnya. Planet-planet adalah benda semacam itu.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Jika massanya <strong>sekitar massa matahari</strong>, maka panas benda tersebut akan mampu menimbulkan reaksi nuklir yang memancarkan energi nuklir seperti yang terjadi di perut matahari, suhunya melebihi 20 juta <sup>o</sup>C. Energi itu juga terhambur ke ruang alam sekitarnya. Pancaran ini akan berlangsung lama sekali, sampai tak ada bahan di dalamnya yang dapat bereaksi nuklir pada suhu tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena unsur awal yang diciptakan Allah SWT adalah hidrogen, maka benda-benda langit di sekitarnya (atau lebih tepat disebut bintang) akan mengkonsumsi hidrogen dan mengubahnya dalam reaksi nuklir (yang berkecamuk didalamnya) menjadi helium atau unsur lain yang lebih berat, tergantung pada ketinggian suhunya. Bila hidrogen dari benda langit yang seperti matahari tersebut telah habis terkonsumsi, maka bintang itu mulai mendingin serta menyusut hingga volumenya menjadi kecil dan sangat padat. Gaya gravitasinya akan lebih memadatkannya lagi sampai tercapai suhu yang tinggi, yang memungkinkannya melanjutkan reaksi nuklir dan membentuk unsur-unsur yang lebih berat dari inti-inti helium.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam benda langit yang seperti matahari, fusi helium ini hanya dapat menghasilkan inti atom karbon dan inti oksigen. Karena suhunya yang tinggi maka atmosfer mengembang begitu besar hingga ‘nyala apinya’ menelan benda-benda langit lain di dekatnya, ia tampak amat besar dan berwarna merah karena suhunya berkurang akibat ekspansinya. Bintang semacam ini disebut Raksasa Merah. Setelah itu bintang ini akan mendingin terus dan menyusut sampai ukurannya sangat kecil.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Benda langit yang beratnya <strong>sekitar lima kali matahari</strong>, karena massanya yang sangat besar itu temperatur di dalam pusatnya sangat tinggi sehingga ia cepat sekali menghabiskan hidrogennya dan mampu meneruskan proses pembentukan unsur yang lebih berat dalam reaksi fusi inti-inti helium sampai terbentuk inti atom neon, magnesium, silikon, serta belerang. Nukleosintesis, atau pembentukan inti atom-atom yang lebih berat melalui sintesis nuklir, ini akan terhenti setelah pembentukan besi, yang dihasilkan dalam proses fusi inti-inti atom silikon. Selanjutnya benda langit ini akan mengerut karena gravitasi, sedemikian rupa hingga suhunya naik lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Di dalam teras benda langit tersebut terjadi fusi nuklir antara besi dan silikon kemudian teras tersebut mengalami perubahan radikal, ketika terjadi proses yang dikenal sebagai invers radioaktivitas-beta. Proses ini mengubah proton menjadi neutron dengan mengambil elektron dari lingkungannya. Elektron yang melimpah dalam teras tersebut masuk ke dalam inti atom karena gravitasi yang amat kuat sehingga proton ternetralisir dan semua inti atom tertransformasi seluruhnya menjadi gumpalan neutron yang runtuh ke dalam menuju pusatnya. Benda langit itu meledak dengan dahsyat dan menghamburkan hampir seluruh materinya (kemungkinan dua pertiganya) ke seluruh ruang alam di sekitarnya, kecuali sisa bintang yang runtuh ke dalam serta merupakan teras Super Nova. Materi yang terhambur itu berisi unsur-unsur yang lebih berat daripada besi sampai uranium, sedang teras yang tertinggal merupakan nukleus raksasa, yang ukurannya dapat mencapai 30 km dan terdiri dari neutron belaka. Untuk memberikan gambaran betapa padat benda langit ini, materi sebanyak tutup pensil saja massanya jutaan ton. Ia disebut bintang Neutron.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena seluruh materinya terdiri dari neutron yang berputar amat cepat dan gelombang elektromagnetik yang ditimbulkannya memancar ke berbagai pelosok jagat raya secara periodik, dalam pulsa-pulsa pendek maka ia dinamakan Pulsar (bintang yang berkedap-kedip).</p>
<p style="text-align: justify;">4. Untuk <strong>benda langit yang lebih besar lagi</strong>, gumpalan neutron yang tersisa diremas oleh gaya gravitasinya sendiri sehingga ia mengecil tak ada batasnya dan cahaya yang dilepaskannya tertarik kembali masuk ke dalamnya. Ia kelihatan gelap dan dijuluki Lubang Hitang (<em>Black Hole</em>).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><sup><em>Dikutip dari berbagai sumber</em></sup></span></p>
<p style="text-align: justify;">Nuwun..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.havetogether.com/takdir-hidup-benda-benda-langit.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Urutan Penciptaan Alam Semesta</title>
		<link>http://www.havetogether.com/urutan-penciptaan-alam-semesta.html</link>
		<comments>http://www.havetogether.com/urutan-penciptaan-alam-semesta.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 21:02:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca]]></category>
		<category><![CDATA[alam semesta]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban al-quran]]></category>
		<category><![CDATA[penciptaan alam semesta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.havetogether.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Sepanjang sejarah umat manusia konsepsi ilmuwan tentang penciptaan jagad raya berubah-ubah.. Kemudian bagaimana konsepsi menurut Al-Quran?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sepanjang sejarah umat manusia konsepsi ilmuwan tentang penciptaan jagad raya berubah-ubah tergantung pada kecanggihan alat-alat sarana observasinya, dan bergantung pada tingkat kemajuan ilmu fisika. Kemudian bagaimana konsepsi menurut Al-Quran?..</p>
<p style="text-align: justify;">Setidaknya ada 11 ayat dalam Al-Quran yang menerangkan proses penciptaan alam semesta, yang coba saya urutkan prosesnya..</p>
<p style="text-align: justify;">1. Kita bisa memulainya dari surat Al-Anbiyaa&#8217;  : 30, yang artinya kurang lebih demikian:</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>&#8220;Dan tidakkah orang-orang kafir itu mengetahui bahwa langit dan bumi itu dahulu sesuatu yang padu, Kemudian Kami pisahkan keduanya itu&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat penciptaan (sekitar 12 milyar tahun yang lalu), langit (Yama/ruang-waktu) dan bumi (Ardh/ruang-materi), yang semula padu (dalam titik singuralitas fisis), dipisahkan (ketika keluar dari padanya) dengan temperatur 10<sup>32 o</sup> K dan kerapatan yang sangat tinggi. Alam semesta tercipta sebagai akibat goncangan dalam vakum sehingga muncul dari ketiadaan energi sebesar DE selama waktu sangat pendek Dt (10<sup>-43</sup> detik), atau dalam relasi Heisenberg diterjemahkan  dalam <strong>h = DE.Dt</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Surat Adz-Dzaariyaat : 47, terjemahannya adalah:</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>&#8220;Dan langit itu Kami bangun dengan kekuatan dan Kamilah sesungguhnya yang meluaskannya&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pembangunan langit (ketika ruang-waktu keluar dengan ledakan yang dahsyat dari titik singularitas) dilibatkan kekuatan yang tiada taranya (sehingga terjadi gejala inflasi), yang kemudian diekspansikan (sebagai universum yang mengembang secara eksponensial baik kelajuan maupun perlajuan pengembangannya). Ekspansi alam semesta menaburkan materi paling tidak sebanyak 100 milyar galaksi yang masing-masing berisi rata-ata 100 milyar bintang. Ekspansi terjadi pada detik 10<sup>-36</sup> dan suhu 10<sup>29 o</sup>K.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Surat Fushshilat : 9, jika diterjemahkan artinya adalah:</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>&#8220;Katakanlah: Patutkah kalian kufur kepada yang telah menciptakan &#8216;ardh&#8217; dalam dua &#8216;yaum&#8217; dan kalian mempersekutukan-Nya; padahal Dia Tuhan semesta alam&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Pada pendinginan yang sangat cepat (sebagai akibat inflasi tercapai keadaan ‘kelewat dingin’) sehingga terjadi pengembunan dan transisi fase, yang menyebabkan materialisasi energi secara berangsur (bersamaan dengan terciptanya alam-alam lain di samping kita). Materi nyata muncul sebagai fase kedua sedangkan energi adalah fase pertamanya. Unsur awal yang tercipta adalah hidrogen. Inflasi eksponensial terjadi pada detik 10<sup>-34</sup> dan suhu turun ke 10<sup>15 o</sup> K. Seperti pada pengembunan uap air menjadi awan, keluarlah panas yang menaikkan kembali suhu ke 10<sup>25 o</sup> K dan inflasi terhenti, sehingga alam semesta berekspansi dengan lambat. Pada menit ke-3 terjadi pembentukan nukleon dan sintesa nuklir (deuterium dan helium premordial) sesudah sup kosmos terbentuk.</p>
<p>4. Surat Fushshilat : 10, artinya:</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>&#8220;Dan atasnya Dia ciptakan &#8216;rawasiy&#8217; dan memberkahinya serta menentukan &#8216;aqwat&#8217;-nya dalam empat &#8216;yaum&#8217; (sebagai jawaban bagi) para penanya&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan adanya materi dalam ruang alam, maka dimunculkanlah spin partikel sub nuklir, elektron, foton dan lainnya sebagai gerak pusaran serta ditetapkan catu muatan-muatan yang merupakan sumber kekuatan atau gaya (gravitasi, nuklir kuat, nuklir lemah, dan listrik magnet) dalam empat tahapan. Rawasiy yaitu sesuatu yang kokoh dan sukar digoyang, untuk materi yang masih berbentuk partikel sub nuklir, adalah spin/gerak pusaran materi sebab gerak berputar pada partikel sub nuklir/materi menimbulkan momentum putar yang lestari, muncul pada detik ke 10<sup>-36</sup> dan suhu 10<sup>28 o</sup> K. Alam masih berupa sup kosmos (zat alir yang sangat panas (pada detik ke 10<sup>-5</sup> dan suhu 10<sup>12 o</sup> K)).</p>
<p style="text-align: justify;">5. Surat Fushshilat : 11, artinya:</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>&#8220;Dalam pada itu Dia mengarah kepada &#8216;sama&#8217; , sedangkan ia penuh &#8216;dukhon&#8217;, dan berkata kepadanya dan kepada &#8216;ardh&#8217;: Silahkan kalian mematuhi-Ku dengan suka hati atau terpaksa; jawab keduanya: Kami datang dengan suka hati (taat)&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, ketika langit (ruang alam) penuh ‘embun’ (sebagai akibat daripada inflasi, sehingga energi berubah menjadi materi) Allah SWT mengundangkan segala peraturan yang ditaati ruang dan materi (sebagai hukum alam yang mengendalikan sifat dan kelakuan jagat raya).</p>
<p style="text-align: justify;">6. Surat Fushshilat : 12, terjemahannya:</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>&#8220;Maka Dia menjadikannya tujuh &#8216;sama&#8217; dalam dua &#8216;yaum&#8217; dan Dia mewahyukan kepada tiap &#8216;sama&#8217; peraturannya masing-masing; dan Kami hiasi &#8216;sama&#8217; dunia dengan pelita-pelita, dan Kami memeliharanya; demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Allah SWT menjadikan tujuh langit (ruang alam) dalam dua tahap (pada saat inflasi dan sesudahnya) dan menetapkan hukum-hukum alam yang berlaku di dalamnya dan menghiasi langit dunia dengan pelita-pelita (dalam bentuk bintang, bulan, matahari dan sebagainya), serta menjaganya (dengan memberikan atmosfer, lapian ozon dan sebagainya).</p>
<p style="text-align: justify;">7. Surat Ath-Thalaaq : 12, artinya:</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>&#8220;Allah-lah yang menciptakan tujuh &#8216;sama&#8217; serta &#8216;ardh&#8217; seperti itu pula&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Allah menciptakan tujuh langit (ruang alam) dan tujuh bumi padanannya (atau materi masing-masing alam yang di dalam ayat di atas dinyatakan memiliki hukum mereka sendiri yang tidak perlu sama dengan alam lainnya). Alam semesta berdimensi sepuluh dan jagat raya hanya mempunyai empat dimensi yaitu ruang – waktu sedang yang lain melingkar dengan jari-jari sebesar 10<sup>-34</sup> m dan mewujud sebagai muatan listrik dan muatan nuklir.</p>
<p>8. Surat As-Sajdah : 4, artinya:</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>&#8220;Allah-lah yang menciptakan &#8216;sama&#8217; dan &#8216;ardh&#8217; dan apa saja yang ada di antara keduanya dalam enam &#8216;yaum&#8217; sementara itu Dia bersemayam di &#8216;Arsy&#8217;&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Allah SWT menciptakan langit (ruang alam) dan bumi (materi alam) dan apa saja yang berada di antaranya dalam enam tahap (langit 2 tahap dan bumi 4 tahap) sambil menegakkan pemerintahan-Nya (tahap inflasi dan tahap ekspansi ruang alam yang sesuai dengan tahap energi dan tahap materialisasi yang diikuti tahap penciptaan interaksi gravitasi, nuklir kuat dan nuklir lemah serta elektromagnetik).</p>
<p style="text-align: justify;">9. Surat Hud : 7, artinya:</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>&#8220;Dan Dia-lah yang menciptakan &#8216;sama&#8217; dan &#8216;ardh&#8217; dalam enam &#8216;yaum&#8217;, sedangkan (sebelum itu) &#8216;Arsy&#8217;-Nya tegak pada &#8216;ma&#8217;, untuk menguji siapa di antaramu yang lebih baik amalnya&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Allah SWT menciptakan langit (ruang alam) dan bumi (materi alam) dalam enam tahap sementara itu telah ditegakkan pemerintahan-Nya pada materi yang bersifat fluida (atau segala peraturan atau hukum alam-Nya telah efektif pada seluruh makhluk-Nya yang pada waktu itu masih berwujud zat alir yang sangat rapat dan sangat panas).</p>
<p style="text-align: justify;">10. Surat Faathir : 41</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><em>&#8220;Sesungguhnya Allah menahan &#8216;sama&#8217; dan &#8216;ardh&#8217; agar jangan lenyap, dan sungguh jika keduanya akan lenyap, tidak ada siapa pun yang dapat menahan mereka itu selain Allah&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Allah SWT menahan alam semesta untuk tidak ‘membedal’ dan tidak mengembang terus tanpa henti, alam semesta bersifat universum tertutup, ekspansinya berangsur-angsur berkurang dan akhirnya terhenti, kemudian ia akan kembali mengempis sehingga pada suatu saat ruang-waktu dan energi-materi alam seluruhnya akan kembali masuk dalam titik singularitas dan jagat raya lenyap kembali.</p>
<p>11. Surat Al-Anbiyaa’ : 104</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>&#8220;Pada hari Kami gulung &#8216;sama&#8217; laksana menggulung lembaran tulis; sebagaimana Kami telah memulai awal penciptaan, begitulah Kami akan mengembalikannya; itulah janji yang akan Kami tepati; sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Allah SWT akan mengecilkan kembali jagat raya seperti sedia kala ketika jagat raya diciptakan pada awalnya, yang menjamin bahwa alam bersifat tertutup (<em>closed universe</em>).</p>
<p style="text-align: justify;">Uraian sederhana tentang alam semesta yang diciptakan dari ketiadaan. Melalui proses goncangan dalam vakum, sehingga keluar ruang-materi dan energi-materi dari titik singularitas, yang memperlihatkan gejala inflasi yang hebat dan kemudian disusul oleh proses ekspansi. Setelah terjadinya transisi fase dengan dimulainya materialisasi dari energi. Sementara itu gerak spin, pencatuan muatan dan pemberlakuan hukum-hukum alam telah ditetapkan masing-masing alam semesta yang tercipta sekalipun pada saat itu isi jagat raya masih berbentuk fluida yang amat panas dan terdiri dari partikel sub nuklir dan radiasi. Dengan turunnya suhu kosmos berkat ekspansi yang dialaminya, gaya asal (gaya super) terpecah menjadi gaya gravitasi, gaya nuklir-kuat, gaya nuklir-lemah dan gaya elektromagnetik. Dengan adanya gaya gravitasi, maka materi yang terlontar ke berbagai sudut penjuru dunia mulai merapat dan membentuk galaksi yang di dalamnya terkonsentrasi materi dalam bentuk bintang yang bercahaya maupun planet/kabut antar bintang yang gelap.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><sup><em>Dikutip dari berbagai sumber</em></sup></span></p>
<p style="text-align: justify;">Nuwun..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.havetogether.com/urutan-penciptaan-alam-semesta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngrentes..</title>
		<link>http://www.havetogether.com/ngrentes.html</link>
		<comments>http://www.havetogether.com/ngrentes.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 20:41:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Oret-oretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.havetogether.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Saya bergegas pergi sebelum sempat melihat anak-anak beruntung itu mengunyah nikmatnya makanan kecil yang makin membuat perih perut dan batinku..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Beberapa tahun lalu, kira-kira tahun 2000-an, saya duduk bersandar di sebatang pohon di sebuah taman kecil, taman ini letaknya unik, dia diapit oleh 2 ruas jalan yang berlawanan jalur, terletak persis di samping kanan Toko Buku Gramedia Yogyakarta, panjangnya kira-kira 15 meter dan lebarnya mungkin cuma 2 meter. Taman pemisah jalan model begini banyak dijumpai di jalan-jalan kota Jogja, terutama di lokasi-lokasi yang padat pengunjung seperti sekolah, atau rumah sakit. Sebenarnya ruas jalan di tempat kelahiran saya, Brebes, juga dipisahkan oleh taman semacam ini cuma sayang terlalu sempit dan ditumbuhi pohon perdu, dengan &#8216;pot bunga&#8217; besar dan memanjang, jelas tidak akan bisa dijadikan tempat untuk berteduh. Berbeda dengan taman yang sedang saya singgahi ini, pohonnya rindang dan ada beberapa balok semen yang memang sengaja dipasang untuk duduk bahkan berbaring. Di taman ini ada penjual makan kecil untuk anak-anak sekolah, karena memang banyak sekolah di sekitar situ, dan setahuku suasananya riuh ketika jam istirahat dan pulang sekolah. Saya tidak tahu apa ini dibenarkan, apa nggak bahaya bagi anak-anak yang berlalu-lalang sementara banyak kendaraan melaju.. Ah, terserah mereka sajalah..</p>
<p style="text-align: justify;">Saya duduk agak menjauh dari para penjual makanan kecil itu.. Lelah duduk bersandar, saya coba baringkan badan dengan satu kaki terangkat di balok semen dan satu kaki lainnya tetap menjuntai di tanah. Ada perasaan unik ketika saya membaringkan badan, sementara di samping kiri-kanan berseliweran kendaraan melaju. Rasanya segala sesuatu di sekeliling saya berjalan melambat, bahkan saya mampu mengikuti aktivitas seekor serangga yang sedang mencari makan, masa sih? kelihatannya begitu.. Saya tidak terlalu kenal jenis serangga ini, saya bukan ahlinya dan memang saya tidak terlalu berminat untuk mengenalnya lebih dekat.. Serangga itu tidak kenal puas rupanya, setelah sekian lama dia &#8216;menclok&#8217; (maaf, saya sulit menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan begitu lamanya dia bertengger di bagian tertentu dari kelopak bunga sembari berbuat suatu), dia masih mencari kelopak bunga lain dan berulang kali &#8216;menclok&#8217;. Saya merasa setiap kali sehabis &#8216;menclok&#8217;, dia melirik ke arah saya sambil menyeringai, dan memamerkan tetesan cairan di sela-sela giginya.. &#8216;<strong><em>Keterlaluan!</em></strong>&#8216; saya cuma bisa membatin.</p>
<p style="text-align: justify;">Terlalu berlebihan.. mungkin karena saat itu keadaan saya bertolak belakang dengan serangga itu.. sudah beberapa hari saya belum makan, persisnya sudah berapa hari saya tidak ingat betul dan sebenarnya saya ingin menguburnya dalam-dalam.. Kalau diinget-inget lagi, kayaknya itu hari ketiga dimana sebutir nasipun enggan bersemayam di perutku.. Selama itu energi saya disuplai dari dua gelas &#8216;cairan gula&#8217; per hari (pagi dan malem).. ya, cuma dari gula yang dilarutkan dengan air panas, kemudian diminum suam-suam kuku. Kamu akan mengerti rasanya, jika pernah mengalaminya. Rasanya sangat menggetarkan, urat otot saya seperti selang lemas kemudian mengejang dan secara perlahan terisi air, mulai dari perut menjalar ke dada, bahu, lengan sampai ke ujung jari tengah. Jauh dari kenyang tetapi cukup berenergi walaupun masih terasa lemas terutama kaki, dan energi ini cuma bertahan sampai tengah hari, setelah itu biasanya saya cepat-cepat tidur untuk mengurangi perihnya perut. Awalnya saya suka nggak tahan dengan rasa perih ini, terutama di bagian lambung.. sangat melilit..</p>
<p style="text-align: justify;">Empat hari sebelumnya, saya perkirakan uang yang tersisa hanya cukup untuk beli 1/4 kg gula, dan nelpon interlokal ke Brebes sebanyak 2x berdurasi maksimal 5 menit per nelpon. Lagi-lagi saya tidak begitu ingat jumlah persis uangnya.. yang saya ingat dan selalu saya pegang, &#8216;<strong><em>Selapar apapun, saya harus menyisakan uang sejumlah itu.. apapun yang terjadi</em></strong>&#8216;. Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa saya ini? dan apa yang sedang saya lakukan di taman itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Ini bermula karena keinginan saya untuk mandiri tanpa suplai uang bulanan dari orang tua saya dan mencoba membangun usaha sendiri. Saat itu saya masih kuliah semester akhir dan sudah dua semester saya cuti kuliah karena sayang juga bayar SPP tapi tidak aktif, di samping karena memang saya tidak punya uang untuk bayar SPP.. Waktu itu di fakultas Teknik UGM banyak diberikan mata kuliah tentang manajemen yang mendorong mahasiswa untuk berwiraswasta.. Saya masih ingat ada dosen yang bahkan memberikan materi &#8216;Fokus&#8217;nya Al Ries dan &#8216;Marketing Plus&#8217;nya Hermawan Kertajaya untuk mata kuliah teknik.. terlalu.. Juga pembicara-pembicara dari luar kampus seperti Suyanto dari Primagama yang diundang untuk berceloteh tentang wiraswasta.. Saya termasuk salah satu mahasiswa yang &#8216;kemakan&#8217; omongan mereka.. Saya juga banyak membaca buku tentang usaha modal dengkul.. ya, karena omongan merekalah saya jadi berani berlapar-lapar ria, sambil tetap optimis merajut harapan, ini salah satu dokrin yang terkenal itu..</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu saya sehabis dari menyerahkan proposal tentang pengadaan internet dan pelatihan internet di sekolah sekitar taman itu.. rasanya kaki ini lemas sekali setelah dipaksa berjalan sejauh beberapa kilometer dari Tarakanita ke Perempatan Gramedia. Terpaksa saya jalan kaki, karena untuk ongkos bus saya nggak punya uang.. Saya yakin saat itu wajah saya terlihat pucat dan kurus sekali, untuk menutupi kurusnya badan saya selalu memakai sweeter tebal. Tidak banyak keringat yang keluar walapun saya telah berjalan sejauh itu dan memakai sweeter.. Lapar, lelah, bercampur kecewa karena sekolah tersebut menolak proposal yang saya ajukan.. Memelas sekali.. tetapi tidak ada satupun orang yang berlalu lalang menghampiri saya untuk sekedar menanyakan keadaan saya yang sedang terbaring lemas.. Apalagi menawarkan makan dan minum, seperti mimpi.. Siapalah saya ini..</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu pingin rasanya ada &#8216;orang dekat&#8217; yang berada di samping saya, menggenggam tangan saya sembari berujar &#8216;<em><strong>Sabar, jangan menyerah! ini tidak akan sia-sia, suatu saat kamu akan berhasil dan kelak ini akan menjadi kenangan pahit yang pantas kamu banggakan. Aku akan selalu menyertaimu kapanpun dan apapun yang terjadi!</strong></em>&#8216;. Kemudian saya baringkan kepala ini di pangkuannya, hangat dan damai serasa semua rasa lelah, lapar, dan perih menguap seperti angin.. ah.. ini hanya lamunan yang kemudian dibuyarkan oleh sirene tanda istirahat dan riuhnya anak-anak sekolah berebut membeli makanan. Saya bergegas pergi sebelum sempat melihat anak-anak beruntung itu mengunyah nikmatnya makanan kecil yang makin membuat perih perut dan batinku..</p>
<p style="text-align: justify;">Saya berjalan lemas, agak limbung karena mendadak kepala ini pusing, terseok kembali ke kost-kostan. Nggak ada yang peduli dengan saya termasuk teman-teman saya.. siapalah saya ini..</p>
<p style="text-align: justify;">Nuwun..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.havetogether.com/ngrentes.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Air Berwarna Coklat</title>
		<link>http://www.havetogether.com/air-berwarna-coklat.html</link>
		<comments>http://www.havetogether.com/air-berwarna-coklat.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 18:36:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.havetogether.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Tiba-tiba saja saya berada di kendaraan umum, di kampung saya biasa disebut 'kol'.. orang-orang di dalamnya hanya satu yang saya kenal, paman 'kecil' saya yang sudah meninggal beberapa tahun lalu...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tanggal 17 Agustus 2009 jam 3:30 sore.. Kalau hari libur begini saya biasa bermalas-malasan, tidur larut malam sebelumnya, kemudian paginya bagun jam 11 siang dan sehabis ashar tidur lagi sampai menjelang maghrib. Kadang saya bermimpi yang mau nggak mau selalu saya pikirkan, seperti mimpi sore ini.. begini ceritanya</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba saja saya berada di kendaraan umum, di kampung saya biasa disebut &#8216;kol&#8217;, apa begitu penulisannya saya tidak terlalu yakin dan saya tidak peduli, memang terdengar seperti nama sayuran.. orang-orang di dalamnya hanya satu yang saya kenal, paman &#8216;kecil&#8217; saya yang sudah meninggal beberapa tahun lalu. Saya menyebutnya paman kecil karena usianya lebih muda dari saya.. Saya sering bermimpi ketemu dengan paman &#8216;kecil&#8217; saya ini, terutama sejak dia meninggal..</p>
<p style="text-align: justify;">Kali ini paman saya menemani orang tua yang tidak saya kenal. Penampilan orang tua itu seperti seorang petani yang baru mau pulang dari sawah, Saya berpikir sejak kapan seorang petani yang pulang dari sawah naik &#8216;kol&#8217;? sejauh apa sawahnya sehingga tidak bisa pulang dengan jalan kaki saja?. Saya tidak berani bertanya dan hanya bisa menerima keadaan yang disodorkan mimpi itu. Saya tidak bisa menggambarkan wajahnya secara jelas padahal pada saat mimpi itu terlihat jelas, sekarang terasa kabur. Seingat saya wajahnya biasa saja seperti petani tua umumnya..</p>
<p style="text-align: justify;">Dia membawa wadah air minum, di kampung saya namanya &#8216;gembes&#8217;, biasanya wadah ini dipakai untuk mengambil air dari sumur air minum.. waktu kecil dengan sepeda saya sering mengambil air minum dengan &#8216;gembes&#8217; jenis ini, biasanya 2 buah diletakkan di sisi kiri dan kanan &#8216;boncengan&#8217; sepeda. Dalam &#8216;gembes&#8217; yang dibawa orang tua itu terisi air berwarna coklat, persis seperti air sumur sehabis dihajar hujan deras sebelumnya. ini bukan hal aneh karena dulu saya sering mengambil air dengan wujud seperti itu, setelah dimasukkan kedalam &#8216;gentong&#8217;, air biasanya akan jernih dengan sendirinya..</p>
<p style="text-align: justify;">Paman saya membawa sejinjing peralatan untuk perbekalan makanan di sawah, dari cara menata peralatan itu yang terlihat serampangan, jelas perbekalan itu sudah tidak ada isinya. Jinjingannya terlihat aneh, seperti tas tetapi tembus pandang, seolah agar setiap orang bisa melihat jelas isinya.. semua penumpang &#8216;kol&#8217; tidak memperhatikan kedua orang ini, tidak ada percakapan, semua diam dan larut dalam pikiran masing-masing.. terlihat misterius dan buram..</p>
<p style="text-align: justify;">Rute kendaraan ini, yang saya tahu dan memang saya inginkan, adalah mendekati rumah saya karena saya memang bermaksud pulang, saya tidak tahu habis darimana, yang jelas saya mau pulang ke rumah. Tetapi rute ini tidak seperti yang saya bayangkan, seolah campuran potongan-potongan dari jalan di 2 kampung sebelah. Saya pernah menyusuri jalan-jalan itu sewaktu saya masih remaja dengan teman-teman saya, salah satunya mungkin paman saya ini. Pada saat menjelang buka puasa bulan ramadhan biasanya remaja-remaja di kampung saya suka menghabiskan waktu menyusuri jalan-jalan di kampung sebelah.. Anehnya saya terima saja rute ini dan yakin akan sampai ke rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tengah jalan, tepatnya di dekat jalur kereta api, mendadak kendaraan berhenti dan semua penumpang dipaksa turun.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">&#8220;Kenapa berhenti di sini? nanggung banget! rumahku sedikit lagi di depan?!&#8221; teriakku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada jawaban semua diam dan bubar. Dari semua penumpang tinggallah kami bertiga, saya, paman saya dan orang tua itu, sementara di sekitar kami terlihat sibuk orang berkendara dan berjalan kaki tetapi tidak terdengar sepatahpun percakapan.. semua terlihat serius.. Kami bertiga mulai menyusuri jalan</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">&#8220;pak, sini saya bawakan gembesnya&#8221; kataku menawarkan bantuan,</p>
<p style="text-align: justify;">Karena saya kasihan melihat dia tertatih berjalan sambil membawa beban berat. Paman saya dengan jinjingannya terlihat mantap berjalan di samping orang tua itu tanpa banyak bicara padahal paman yang saya kenal dulu senang ngobrol terutama yang konyol-konyol. Saya suka tertawa lepas jika ngobrol dengannya, banyak hal lucu keluar dari mulutnya. Itu dulu, sekarang dia terlihat lebih serius walapun wajahnya tidak muram tetapi juga tidak ada rona kegembiraan, semua datar. Saya berjalan di belakang mereka. Mendadak orang tua itu berbalik dan berkata</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">&#8220;Mas mau coba minum air itu?&#8221;<br />
&#8220;Boleh?&#8221; tanyaku karena sebetulnya saya memang merasa haus,</p>
<p style="text-align: justify;">tanpa menjawab orang tua itu mengambil gelas dari jinjingan paman saya dan segera menuangkannya, kemudian menyorongkan gelas berisi air berwarna coklat. Saya meminumnya, tidak ada rasa jijik karena waktu kecil saya biasa minum air yang seperti itu. Rasanya manis, tetapi tidak menyegarkan, saya merasa airnya kurang banyak, air itu tidak menghilangkan dahaga saya. Tetapi saya tidak berani memintanya lagi walaupun saya masih ingin minum karena orang tua itu segera melanjutkan perjalanan dan diikuti oleh paman saya. Tidak ada percakapan&#8230; air berwarna coklat itu malah semakin membuat saya semakin haus.. Saya diam dan mengikuti mereka. cukup lama kami berjalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti ada yang mengingatkannya, orang tua itu segera berbalik dan melihat &#8216;gembes&#8217; yang sedang saya bawa. Saya menurunkannya dan ikut memeriksanya, aneh! isinya sekarang hampir habis padahal tidak ada yang bocor walaupun  di bagian bawah ada goresan seperti sebagai penanda volume air yang mengitari &#8216;gembes&#8217;, Ketinggian air tepat di goresan itu. Dan Saya tidak merasa berat beban yang saya bawa berkurang.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang tua itu menatap saya, matanya seolah berkata &#8216;kamu yang menghabiskannya?&#8217;, tentu saja tidak ada yang terucap dari mulut saya. Saya berpikir &#8216;apa iya karena saya haus sambil berjalan saya terus meminumnya? bagaimana caranya? dan air sebanyak itu masa iya saya mampu menghabiskannya?&#8217; air yang hilang setidaknya 1 gallon lebih dan saya masih merasa haus.<br />
Orang tua itu merampas dengan lembut &#8216;gembes&#8217; itu kemudian segera pergi.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">&#8220;Mau kemana?&#8221; teriakku,</p>
<p style="text-align: justify;">mulutnya terlihat mengucapkan sesuatu tetapi tidak terdengar apapun, karena seperti kilat dia sudah jauh berjalan meninggalkan saya dan paman. Paman tidak terlihat mengejarnya, tidak ada rona tertentu di wajahnya, datar saja. Saya jadi merasa bersalah dan bertanya-tanya, air apa itu? kenapa orang tua itu begitu tergesa mengambilnya lagi? Apa akan ada orang yang marah jika dia tidak membawanya saat dia kembali pulang? atau akan ada yang mati tanpa air itu?.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum saya mendapatkan jawabannya, saya terbangun tepat jam 16:37. Saya penasaran dan mencoba tidur lagi agar kejadian ini tersambung dan semua pertanyaan saya terjawab atau setidaknya saya melihat orang tua itu kembali membawa air yang berwarna coklat itu dan perasaan bersalah saya sedikit berkurang. Tetapi tentu saja tidak ada mimpi yang bisa disambung lagi, Saya terbangun lagi jam 17:25 tanpa bermimpi apapun.. gelap.</p>
<p style="text-align: justify;">Nuwun..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.havetogether.com/air-berwarna-coklat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

