Serial Port

Port merupakan satu set perintah yang digunakan oleh komputer untuk memindahkan data dari atau ke perangkat lain, misalnya untuk berhubungan dengan keyboard, mouse, printer, modem, monitor dan sebagainya.

Pada setiap komputer (PC) biasanya terdapat serial port RS-232, port printer (parallel port), SCSI, USB, dan IrDA. Perbedaan mendasar antara serial port dan parallel port (port printer) adalah komunikasi serial port mentransfer satu bit data setiap saatnya sedang parallel port mentransfer beberapa bit data secara bersama-sama.

Serial Port (slot ekspansi) adalah konektor dengan bentuk memanjang yang digunakan untuk menancapkan card-card pengendali input/output (I/O interface card) misalnya serial card, VGA card, dan sebagainya. Slot ini merupakan perpanjangan bus kendali, bus alamat, bus data, dan beberapa jalur lain dari mother board.

Arsitektur slot ekspansi terus berkembang sesuai perkembangan teknologi komputer khususnya perkembangan sistem bus. Dalam perkembangan tersebut telah melahirkan beberapa jenis standar sistem bus dan slot ekspansi, dan yang dipakai saat ini adalah ISA (Industry Standart Architecture), EISA (Extented Industry Standart Architecture), MCA (Micro Channel Architecture), VL bus (VESA Local bus, Video Electric Standart Asociation Local bus) dan PCI (Peripheral Component Interconect).

Sejak sekitar tahun 1984 ISA yang juga populer dengan sebutan AT bus dipakai secara meluas hampir di seluruh produk PC kompatibel. Walapun standar yang lebih baru seperti EISA sudah hadir cukup lama, ISA tetap ada di komputer mutakhir termasuk pada komputer-komputer Pentium.

EISA adalah perkembangan sistem bus dan slot ekspansi lanjutan ISA. Selain lebar bit yang disediakan dapat melayani 32 bit penuh, keunikan EISA yang lain adalah kemampuannya untuk melayani semua jenis card kendali dalam jajaran produk PC kompatibel mulai dari yang orisinil PC 8 bit, card standar ISA dengan lebar 16 bit sampai card standar EISA dengan 32 bit. Hal ini dimungkinkan karena slot ekspansi EISA telah dilengkapi dengan sinyal pengendali yang khusus bertugas untuk mengenali tiap card terpasang sebagai jenis 8 bit, 16 bit atau 32 bit. Sinyal pengendali akan memberitahukan kepada mikroprosesor begitu jenis card yang dipasang terdeteksi.

Konektor EISA mempunyai dua tingkat yang satu sederetan pin-pin di sebelah bawahnya ada lagi sederetan pin-pin yang lebih halus lagi membentuk susunan pin pengembangan EISA. Deretan pin di atas digabungkan dengan deretan pin di bawah kemudian membentuk kesatuan arsitektur EISA 32 bit penuh.

Dalam PC terdapat beberapa slot ekspansi dimana tiap slot dapat menampung sebuah card adapter. Slot ini menyediakan 62 konektor sinyal untuk sebuah card adpter, 31 konektor untuk tiap sisi card. Gambar di bawah ini menunjukkan slot ekspansi beserta sinyal-sinyal yang ada.

serial1_slotekspansi

Tabel berikut memberikan deskripsi dari jalur slot ekspansi

Kaki/Fungsi Deskripsi
A0 – A19 (I/O) Alamat bit 0 –19, digunakan untuk mengalamati memori dan piranti I/O dalam sistem.
Clock Detak sistem, digunakan untuk sinkronisasi dan bukan untuk keperluan pemakaian fasilitas tetap.
Reset drv Reset drive, digunakan untuk mereset atau menginisialisasi sistem logika pada waktu dinyalakan (power on). Sinyal ini aktif tinggi.
D0 – D15 (I/O) Jalur data 16 bit untuk mikroprosesor, memori, dan peralatan I/O. Semua peralatan 8 bit dapat menggunakan D0 – D7 untuk berkomunikasi dengan mikroprosesor.
I/O CH CK (I) Channel check, digunakan untuk mengecek alat luar apakah sudah siap atau belum.
I/O CH RDY (I) Channel ready, digunakan untuk meminta penundaan kerja mikroprosesor. Piranti yang bekerja lambat menggunakan sinyal ini untuk meminta waktu.
IRQ3 – IRQ7 (I) Jalur sinyal interupsi yang digunakan oleh piranti I/O untuk meminta perhatian pada mikroprosesor. Prioritas interupsi semakin tinggi bila nomor IRQ-nya rendah.
IOR , IOW (I/O) I/O read dan I/O write memerintahkan kepada piranti I/O untuk memberikan data atau menulis data pada bus data
MEMR (O) Memerintahkan memori untuk memberikan data pada bus data atau sinyal yang menandakan mikroprosesor sedang melakukan pembacaan.
MEMW (O) Memerintahkan memori untuk menyimpan data yand ada pada bus data atau sinyal yang menandakan mikroprosesor sedang melakukan penulisan data.
DRQ0 – DRQ3 (I) Direct memory access request, meminta akses memori langsung
DACK0 – DACK3 DMA Acknowledge, memberitahukan bahwa permintaan DMA yang bersesuaian dapat dilaksanakan.
AEN (O) Address enable, bila sinyal ini tinggi menandakan komputer sedang mengadakan memory refresh. Pengaktifan alamat tersedia pada waktu sinyal logika AEN rendah.
OSC (O) Oscillator, detak laju tinggi berperiode 70 ns. Sinyal ini tidak singkron dengan detak sistem.
0WS (I) Zerro wait-state, memberitahukan mikroprosesor bahwa tidak ada wait-state diminta untuk melengkapi siklus pembacaan dan penulisan yang sedang berlangsung.
T/C (O) Terminal count, menandakan telah selesainya DMA

Nuwun..

Related Posts

  1. Bahasa Assembler
avatar

About rumono

Bukan siapa-siapa, hanya seorang ‘manusia’ yang pernah lahir di suatu tempat di Brebes, Jawa Tengah. Sangat gemar bacaan sejarah dunia masa lalu, sejarah perang dan pribadi-pribadi yang memberi warna sejarah dunia. Nge-game pun bisa dilakoni sampai berhari-hari asal ada hubungannya dengan sejarah dunia dan perang...