Skenario Kehancuran Jagat Raya

Kehancuran bumi dan kemusnahan segala kehidupan di atasnya dalam ilmu sain dikenal sebagai Kiamat Global karena tidak menghancurkan seluruh alam semesta, ia hanya merusak bumi dan menyobek langit, sedang isi alam semesta, ruang beserta materinya masih ada.

Manusia tidak akan mampu meramalkan kapan kiamat terjadi, bahkan bagi seorang nabi sekalipun. Tetapi Allah SWT melalui Al-Quran telah mengabarkan kepada manusia tentang tanda-tandanya..

1. Surat Al-Infithar : 3, terjemahannya adalah:

“Dan apabila samudera menjadi meluap”

Seandainya bumi kita ditabrak oleh benda langit yang setidaknya berukuran 10 km dengan kelajuan 30 km/s, maka bola api yang timbul karena gesekan dan turbulensi atmosfer merusak lapisan ozon serta menimbulkan suhu 500o C pada belahan bumi yang tertimpa. Jika benda itu jatuh di samudera, maka gelombang air pada jarak 1.000 km dari titik-ceburnya masih memiliki tinggi sekitar 500 m sehingga lautan raksasa itu akan meluap dan membanjiri daratan.

2. Surat Al-Qiyaamah : 8, artinya:

“Dan apabila bulan telah hilang cahayanya”

Jika benda langit tersebut membentur benua, maka kelajuan tiupan angin pada jarak 2.000 km dari titik-benturnya adalah 2.500 km/jam dan ledakan dahsyat yang terjadi menghamburkan debu teramat tebal di udara. Ia akan menggelapkan langit, sehingga menghalangi cahaya bulan bahkan matahari akan tampak pudar. Gelombang tanah setinggi 10 m merajalela di kerak bumi.

2. Surat Az-Zalzalah : 1, artinya:

“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya”

Gelombang tanah yang ditimbulkannya pada kerak bumi akan terasa getarannya sebagai gempa yang dahsyat.

3. Surat Al-Haaqah : 16, artinya:

“Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan bumi serta gunung-gunung diangkat dan dibenturkan sekali bentur, maka datanglah keadaan yang dahsyat, dan terbelahlah langit karena ketika itu ia lemah”

Sebagai gambaran, kejadian tahun 1908 di Siberia ketika pecahan komet Encke jatuh menimpa Tunguska. Pecahan komet yang ukurannya hanya 1 km dan beratnya 3,5 juta ton dengan kelajuan 40 km/s dan sudut hunjaman 30 o. Ia meledak dengan kekuatan setara dengan 50 juta ton dinamit dan menghancurkan daerah hutan yang jari-jarinya 100 km. Ketika ia masuk dalam atmosfer, turbulensi yang ditimbulkannya menyebabkan terdengarnya bunyi alat tiup, sedang panas yang ditimbulkan oleh gesekan dengan udara telah menyebabkan terbentuknya senyawa oksida nitrogen sebanyak 30 juta ton di atas lapisan udara setinggi 10 km yang kemudian bereaksi dengan ozon, sehingga lapisan ozon hilang sebanyak 30 %, seakan-akan langit sobek dan terbuka.

Bayangkan seandainya tidak satu tetapi beberapa komet atau benda langit lain yang menimpa bumi. Pada saat itu bumi ini rusak berat dan manusia punah secara fisik, sedang jiwa manusia akan tetap hidup dan masuk di alam lain untuk proses perhitungan amal dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kemudian manusia memasuki alam surga dan nerakanya masing-masing untuk jangka waktu yang sangat lama sekali, sampai datangnya Kiamat Universal, ketika seluruh jagat raya termasuk alam manusia dan alam gaib yang lain musnah. Jagat raya dikembalikan pada asalnya dalam suatu proses yang kemudian diberi nama Big Crunch, kebalikan dari Big Bang. Simak kembali surat Al-Anbiyaa’ : 104 berikut ini

“Pada hari Kami gulung ‘sama’ laksana menggulung lembaran tulis; sebagaimana Kami telah memulai awal penciptaan, begitulah Kami akan mengembalikannya; itulah janji yang akan Kami tepati; sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya”

Allah SWT menjadikan jagat raya berkembang sampai ukuran maksimumnya kemudian kembali menyusut dan mengecil, sehingga benda-benda langit saling bertumbukan dan diremas oleh gaya gravitasi yang maha kuat dan akhirnya masuk kembali dalam singularitas menuju ketiadaan, terjadilah Kiamat Universal. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, semua ciptaannya kembali kepada-Nya. Lalu?..

Dikutip dari berbagai sumber

Nuwun..

Related Posts

  1. Urutan Penciptaan Alam Semesta
  2. Takdir Hidup Benda-benda Langit
avatar

About rumono

Bukan siapa-siapa, hanya seorang ‘manusia’ yang pernah lahir di suatu tempat di Brebes, Jawa Tengah. Sangat gemar bacaan sejarah dunia masa lalu, sejarah perang dan pribadi-pribadi yang memberi warna sejarah dunia. Nge-game pun bisa dilakoni sampai berhari-hari asal ada hubungannya dengan sejarah dunia dan perang...