Sampai saat artikel ini ditulis, web hosting gratisan kebanyakan tidak lagi menyediakan fasilitas unzip untuk mengekstrak file compressed (zip, tar, tgz, gz) sehingga untuk meng-upload installer WordPress dengan File Manager tidak bisa langsung dengan file compressed (ngapain di-upload kalau nggak bisa diekstrak!) maupun dengan upload yang langsung terekstrak di hosting tersebut (misalnya 000webhost.com menyediakan fasilitas upload semacam itu) karena adanya batas maksimal upload, hosting gratisan biasanya menerapkan batas maksimal 5 MB sekali upload.
Sebenarnya selain dengan menggunakan File Manager, ada cara lain untuk meng-upload file ke hosting yaitu dengan menggunakan software file transfer, atau lebih dikenal sebagai software FTP (File Transfer Protocol). Jenis software ini banyak tersedia misalnya cuteFTP, WS FTP, FileZilla, bahkan Windows Explorer-pun bisa digunakan sebagai software file transfer. Dengan pertimbangan gratis, mudah penggunaannya dan banyak fasilitas yang disediakan kita gunakan saja FileZilla, download di http://filezilla-project.org. Karena komputer kita berfungsi sebagai client yang akan berkomunikasi dengan web hosting maka klik tombol Download FileZilla Client, kemudian pilih download FileZilla untuk Windows
Simpan file hasil download ini di komputer kamu, misalnya C:\download.. jika kamu pakai browser Firefox secara default akan tersimpan di desktop komputer. Kamu bisa mengubah tempat penyimpanan file hasil download dengan mengubah setting downloads, seperti gambar di bawah ini
Pilih Always ask me where to save files, kalau kamu ingin memunculkan konfirmasi di mana kamu akan menyimpan file hasil download, tekan tombol Ok.
Kemudian segera install software FileZilla di komputer kamu dengan meng-klik ganda file tersebut, dan ikuti prosesnya sampai selesai. Sebelum memakai software ini, pastinya kamu telah menyiapkan file yang akan di-upload ke web hosting, yaitu installer WordPress yang telah diekstrak. Kalau belum punya, download terlebih dahulu dengan mengunjungi situs http://wordpress.org/download, saat artikel ini ditulis versi terbaru WordPress adalah 2.8.6.
Simpan di komputer kamu, misalnya C:\download, kemudian ekstrak installer tersebut dengan cara klik kanan pada file hasil download tersebut seperti gambar di bawah ini
Pada kotak dialog terakhir yang muncul, hilangkan tanda ‘centang’ Show extracted files dan tekan tombol Finish. Jika di komputer kamu telah terinstall software decompressed, misalnya winzip maka prosesnya akan lebih mudah, tinggal klik kanan mouse pada file yang akan diekstrak kemudian pilih menu winzip -> Extract to here seperti gambar di bawah.
Cara manapun boleh kamu pakai, yang penting sekarang semua file-file installer wordpress ada di C:\download\wordpress dan siap diupload dengan FileZilla.
Segera jalankan software FileZilla (jika sudah terinstall di komputer kamu, biasanya ada di Start -> All Programs -> FileZilla Client -> FileZilla). Setelah aplikasi ini muncul, buat sebuah site dengan meng-klik File -> Site Manager, tekan tombol New Site dan lakukan settingan seperti gambar di bawah ini
User dari web hosting gratis 000webhost.com biasanya berpola axxxxxxx, misalnya saya diberi user a1379195 untuk domain rumono.co.cc, sedang Password merupakan password yang kamu berikan pada saat mendaftarkan diri pada hosting ini. Untuk memastikan user kamu, lihat kembali email yang dikirimkan oleh 000webhost.com pada saat pendaftaran atau dengan login ke web hosting kamu kemudian tekan GO to CPanel dan lihat keterangan pada Account Information.
Kembali ke kotak dialog Site Manager, tekan tab Advance untuk membuat settingan tambahan. Isikan kolom Default local directory dengan direktori/folder di komputer kamu, misalnya C:\download\wordpress (karena file-file installer WordPress yang telah diekstrak diletakkan di situ) dan /public_html pada kolom Default remote directory, karena file-file pembangun website biasanya diletakkan di direktori tersebut pada web hosting.
Biarkan settingan lainnya kemudian tekan tombol Connect untuk memulai koneksi dengan web hosting.. Setelah berhasil koneksi, pastikan direktori public_html pada web hosting telah kosong. Blok semua file pada direktori lokal C:\download\wordpress, klik kanan mouse kemudian pilih Upload
Proses upload dilakukan per file, pada bagian paling bawah aplikasi ini kamu bisa lihat prosesnya. Queued files menunjukkan daftar file-file yang akan diupload, jika berhasil upload akan masuk pada Successful transfer.
Sedang kalau ada file yang gagal upload akan muncul pada bagian Failed transfers, jangan dihapus karena kamu masih bisa mengupload file tersebut dengan mem-blok daftar file-file tersebut kemudian klik kanan mouse dan pilih menu Reset and requeued selected files. Ini merupakan salah satu keunggulan upload dengan cara ini, file yang gagal upload masih bisa diupload tanpa harus mengulangnya dari awal dan proses upload juga bisa dihentikan sementara waktu kemudian kapan-kapan bisa melanjutkan proses upload lagi asal daftar file masih ada, baik di bagian Queued files maupun Filed transfers.
Nuwun..










suwun kang, dari pasuruan cari ilmu kesana kemari, nyantol kesini.